iklan banner murah

Home » , » Sinopsis Goddess of Fire, Jung Yi Ep 7 ( bagian 2 )

Sinopsis Goddess of Fire, Jung Yi Ep 7 ( bagian 2 )

Setelah lama gak buka-buka laptop selama mendekati lebaran, akhirnya sekarang bisa lagi dan langsung merampungkan sinopsis Jung Yi episode 7 bagian duanya. Untuk bagian pertamanya sudah saya posting pada tanggal 28 juli yang lalu. heheheh sekarang sudah tanggal 11 agustus, dah lama banget berarti. Ya dah gak usah berlama-lama lagi, yuk kita simak sinopsinya.


Sinopsis Goddess of Fire, Jung Yi Ep 7 ( bagian 2 )


Kang Chun menemui Jung Yi, dia memberitahu Jung Yi kalau Yook Do hanya perduli tentang porselen, "dia sangat sensitif dan pemilih jadi bersabarlah dengan kelakuannya."

Jung Yi tak mengerti dengan Kang Chun yang tiba2 berkata seperti itu padanya. Kang Chun menambahkan lagi kalau Yook Do biasanya pelit dengan orang lain dan jarang memuji seseorang, "meskipun kau hanya seorang pekerja pembantu kau mungkin diizinkan masuk ke sanggar Pengrajin Lee."


Yook Do sedang fokus dengan pembuatan tembikarnya, Jung Yi masuk dan mengungkapkan ketidakpercayaannya dia bisa lulus masuk Bun Won, Jung Yi berterima kasih pada Yook Do karena semua itu berkat dirinya.

Jung Yi terus bertanya apa yang bisa dia lakukan untuk membantu Yook Do. Karena Yook Do sedang berkonsentrasi membuat tembikar jadi dia hanya menyuruh Jung Yi diam dan tidak berisik.


Penasehat Yi menemui Ratu In Bin yang gelisah kalau Raja memang sengaja menempatkan P Sin Song dan P Gwang Hee di tempat yang sama untuk membandingkan mereka. Penasehat Yi memberitahu kalau Ratu tak usah khawatir karena di Bun Won ada Kang Chun yang akan membantu mereka.

Setiap ada masalah di Bun Won, Kang Chun akan selalu memberitahu P Gwang Hee terlebih dulu, seperti masalah yang baru saja terjadi. Penasehat Yi memberitahu masalah Jung Yi dan penyelesaian masalah yg dilakukan P Gwang Hee dengan membebaskannya dan tanpa sepengetahuan P Sin Song. Mendengar itu Ratu In Bin tersenyum.


Setelah bertemu Pensehat Yi, Ratu In Bin langsung melakukan aksinya dengan mengadukan apa yang dilakukan P Gwang Hee pada Raja.

Tanpa menunggu waktu lama lagi, Raja langsung memanggil P Gwang Hee dan P Sin Song. Raja langsung bertanya kebenaran tentang masalah ada penjahat berbahaya yang berusaha menebang pohon kerajaan dan sekarang penjahat itu di bebaskan. P Sin Song yang tak tahu apa2 memang diam saja, dan P Gwang Hee yang tahu masalah itu langsung meralat kalau orang itu tidak berbahaya.


P Gwang Hee berusaha menjelaskan duduk permasalahanya. Raja marah, dan langsung memerintah untuk menangkap orang itu. Dengan santai P Gwang Hee menjawab kalau semua itu adalah permasalahan Bun Won jadi biarlah Bun Won yang mengatasinya.

"Permasalahan Bun Won? P Sin Song, sebagai penanggung jawab utama Bun Won, katakan. Apa kau tau tentang kejadian ini?" P Sin Song tak tau menau jadi dia hanya diam saja. "ªкŭ bertanya, apa kau tahu." Tanya Raja lagi.

Karena P Sin Song hanya diam saja, P Gwang Hee lagi2 yg angkat bicara, "P Sin Song masih belajar tentang urusan di Bun Won. Oleh karena itu ªкŭ yang mengurusinya..."

Raja marah mendengar itu, "beraninya kau! Jabatan P Sin Song lebih tinggi darimu, dan kau mencoba mengendalikan semua yang terjadi di Bun Won!"


Berpura2 membela P Gwang Hee, Ratu angkat bicara dan mengatakan kalau apa yang dilakukan P Gwang hanya untuk mencoba membantu P Sin Song. Dia meminta Raja memaafkan P Gwang Hee dan dia juga meminta P Gwang Hee mengakui kesalahannya dan meminta ♏ααƒ pada Raja. P Gwang Hee jelas2 tau kalau semua itu adalah akting Ratu.

Raja lalu memerintah P Gwang Hee untuk berlutut di hadapan P Sin Song. Karena menurut Raja orang yang harus dimintai ♏ααƒ oleh P Gwang Hee bukanlah dia, melainkan P Sin Song.

"Cepat berlutut didepan P Sin Song dan minta ♏ααƒ."

"Yang Mulia, kenapa harus seperti ini?" Ucap P Sin Song yang akhirnya bicara.

"Yang Mulia, mohon tarik kata2 anda. Bagaimana bisa dia berlutut di depan adik kecilnya? Jika bisa diselesaikan dengan minta ♏ααƒ, P Gwang Hee tidak akan melakukannya lagi. ªкŭ yakin harga dirinya akan terluka karena harus melayani adinya sebagai atasan. Tolong, jaga martabat P Gwang Hee di istana. Mohon tarik perintah anda." Bela Ratu.

Mendengar itu P Gwang Hee hanya bisa tertawa kecil, dia tau benar kalau Ratu memang sengaja mencari2 kesalahannya di hadapan Raja. Mereka pun saling menatap.


Tak ingin memperpanjang masalah akhirnya, P Gwang Hee berlutut di depan P Sin Song. P Sin Song yang memang sangat menghormati kakaknya benar2 merasa tak nyaman. 


  P Gwang Hee mengendarai kudanya dengan cepat menuju Bun won. Jung Yi sendiri sudah berada di depan bun Won, dalam hati dia berkata, "ayah.... Akhirnya ªкŭ masuk Bun Won. Putrimu hebat kan?"


P Gwang Hee tiba dan bertemu dengan Jung Yi, dia terkejut saat tau Bun Won menerima pembuat onar seperti Jung Yi. Dengan senang Jung Yi berkata kalau semua itu karena kebaikan P Gwang Hee, jika Gwang Hee tak mempercayainya, dan tdk membebaskannya, "ªкŭ tak akan dapat kehormatan karena menjadi pekerja pembantu.


P Gwang Hee kemudian bertanya bagaimana bisa Jung Yi lulus ujian masuk Bun Won. Jung Yi menjawab kalau cita2nya adalah menjadi pembuat tembikar, jadi ujian pekerja pembantu bukanlah apa2 untuknya.


"Tapi ªкŭ nyaris tak berhasil, Tuan Kepala memberiku tes yang sulit!" Ucap Jung Yi.


P Gwang Hee terkejut Jung Yi bisa berhasil lulus dari ujian yang diberikan Kang Chun. Jung Yi kesal karena P Gwang Hee tak bisa percaya pada kemampuannya. Tapi karena itu adalah hari bahagianya, jadi dia tak akan mempermasalahkannya. Jung Yi malah mengajak P Gwang Hee ♏ªĸªΩ bersamanya dan kali ini dia yang akan mentraktirnya.


Malam harinya, Jung Yi dan P Gwang Hee ♏ªĸªΩ bersama. Jung Yi menstraktir sebagai perayaan keberhasilannya masuk Bun Won.


Jung Yi memesan anggur, namun P Gwang Hee menolak minum anggur. Jung Yi berkata kalau anggur itu hanya untuk sekedar bersulang, "jika ayahku masih hidup, dia pasti bersulang untukku."

Mendengar itu P Gwang Hee tak bisa menolaknya, bahkan dia yang menuangkan anggur ke dalam cangkir Jung Yi. Baru minum secangkir anggur, Jung Yi sudah terlibat mabuk.


Karena Jung Yi sudah mabuk, P Gwang Hee mengajaknya pulang, namun Jung Yi menolak karena dia sudah memesan makanaan dan ßềLū♏ di sentuh. Namun Jung Yi mengerti, P Gwang Hee tidak ♏ªϋ minum karena harus menemani seseorang untuk minum.

"Terima kasih untuk pengertiannya, setiap kali masalah muncul, pasti karena saudaraku itu habis minum. Tak ada yang tahu sakitnya rasa yang ditimbulkan untuk membersihkannya" Jawab P Gwang Hee.

"Beraninya kau menganggap yang mulia sebagai saudaramu? Jika kau mengulanginya lagi, akan ªкŭ adukan kau pada yang mulia! " Ucap Jung Yi marah. P Gwang Hee hanya bisa menahan tawanya. "Jangan khawatir Tuan. ªкŭ bukan tipa orang yang bermulut ember. ªкŭ ini laki2, kau paham. ªкŭ tahu, jangan banyak bicara sambil minum."
"Yakin kalau kau itu laki2?" Tanya P Gwang Hee.

Pertanyaan P Gwang Hee membuat Jung Yi kelabakan. Diapun berusaha meyakinkan P Gwang Hee kalau dia bisa menjaga rahasia.

P Gwang Hee sekali lagi mengajak Jung Yi pergi karena pintu gerbang Bun won ditutup setelah senja. Jung Yi terkejut dan mengeluh kenapa P Gwang Hee baru mengatakannya sekarang. P Gwang Hee mengira kalau Jung Yi sudah tahu tentang itu.

"Ya.... ªкŭ Tae Pyung.... Tetap saja! Kau harus bilang kalau gerbangnya di tutup setelah senja! ªкŭ kena masalah lagi, kali ini ªкŭ pasti ditendang keluar karena mu Tuan! "


Jung Yi berusaha berdiri, namun dia sudah mabuk, berdiri saja dia tak kuat. Dia pun meminta P Gwang Hee untuk tak meninggalkannya lagi kali ini.


Karena kondisi Jung Yi seperti itu, P Gwang Hee pun harus mengantarnya pulang. Dia menuntun kudanya, dan Jung Yi yang mabuk berada di atas kuda. Dalam perjalanan pulang, Jung Yi terus mengigau berkata terima kasih pada P Gwang Hee.

"Kau terus berkata terima kasih, tetapi kau tak mengerti, karena kau ªкŭ harus menahan penghinaan" ucap P Gwang Hee.

Akhirnya mereka sampai di depan gerbang Bun Won  yang sudah ditutup, Jung Yi terbangun dan langsung turun dari  kuda. Dia mencari-cari sesuatu di sisi tembok Bun Won.

“Apa yang kau cari?” tanya P Gwang Hee.
“Lubang anjing. Biasanya setiap tembok memiliki lubang kecil untuk anjing di tembok.” Jawab Jung Yi polos.
P Gwang Hee  menahan tawanya, “hal seperti itu tidak ada di BunWoon.”

Tak  ada lubang di tembok, Jung Yi punya ide lain. Dia meminjam kuda P Gwang Hee dan  menyuruh P Gwang Hee  untuk memegangi kuda. Jung Yi menaiki punggung kuda dan mencoba memanjat tembok.

“Kau harus memegang kudanya dengan kuat. Saat kecil aku pernah jatuh dari kuda.” Ucapan Jung Yi ini mengingatkan P Gwang Hee  terhadap Jung Yi kecil.  P Gwang Hee tak sadar kalau orang yang ada di hadapannya itu adalah Jung Yi yang dulu dia tolong. Jung Yi berhasil masuk tanpa ketahuan siapapun dengan bantuan  P Gwang Hee.


Di tempat kerjanya, Yook Do sedang melukis sebuah tembikar, diapun teringat pada Hwa Ryung, Yook Doo benar-benar sudah terpesona pada kecantikan Hwa Ryung. Tak lama kemudian  Jong Soo datang dan langsung terkejut saat melihat glasir biru yang dimiliki Yook Do. Dari Jong Soo akhirnya Yook Do tahu kalau glasir biru itu milik ketua Son.


Yook Do langsung mendatangi Ketua Son dan meminta bertemu dengan Hwa Ryung, namun sayang Ketua Son mengatakan kalau Hwa Ryung sedang tak ada di tempat. Yook Do keluar dengan perasaan ssedikit kecewa.


Hwa  Ryeong yang memang sudah merencanakan semua itu sudah  menunggu kedatangan Yook Do di luar. Tepat di saat Yook Do akan berjalan pergi, Hwa Ryung memanggilnya. Yook Do menoleh dan langsung terpana dengan senyuman manis Hwa Ryung. Tak mau membuang waktu, Hwa Ryung langsung meraih tangan Yook Do dan menariknya ke tempat yang sepi.


Yook Do masih terpana bertemu dengan Hwa Ryung dengan cara tak terduga seperti itu. Dengan lembut Hwa Ryung memberikan pada Yook Do pewarna biru lagi yang di bungkus plastik.

“aku tahu kau pasti membutuhkannya lagi, tapi aku tak tau bagaimana caranya memberikan padamu. “

“apakah ada orang yang melarangmu menemuiku?”

“Tuan kepala pasti sangat tidak senang, jika dia tau kalau kau datang menemuiku. Dan hasilnya akan menjadi bencana untuk bisnis kami. Mohon mengerti pada keputusan pimpinan kami.” Jelas Hwa Ryung dengan lembut, setelah mengatakan itu panjang lebar, Hwa Ryung pamitan.

Yook Do ingin menghalangi kepergian Hwa Ryung namun Hwa Ryung berkata kalau dia tak ingin menjadi beban Yook Do dan memintanya untuk tidak menemuinya lagi.


Setelah menemui Yook Do, Hwa Ryung melapor pada Ketua Son kalau rencana mereka berhasil.

 
Pengumuman ujian militer keluar, namun Tae Do gagal lulus  ujian militer, padahal dia  selalu memenangkan setiap kompetisi. Tae Do terlihat kecewa, saat dia akan pergi seseorang menghampirinya dan mengatakan pada Tae Do, “kalau kau penasaran kenapa kau gagal, ikuti aku.”

Tentu saja Tae Do penasaran dan langsung mengikuti pria itu. ternyata pria itu membawa Tae Do menemui Penasehat Yi. Penasehat Yi mengatakan kalau ratu ingin bertemu dengan Tae Do.


Tae Do akhirnya menemui Ratu walaupun dia terlihat enggan berhadapan dengan ratu. Ratu meminta Tae Do untuk melindungi P Sin Seong, dia mempercayakannya pada Tae Do, karena dia dengar kemampuan Tae Do melebihi semua peserta ujian militer.

Tentu saja Tae Do menolaknya, karena bukan itu tujuan dia mengikuti tes militer tersebut.  Ketika akan pergi, langkah Tae Do terhenti saat mendengar Ratu mengetahui kalau Tae Do ingin masuk Bun Won.

“aku bisa memasukkanmu ke Bun Won sebagai pengawal P Sin Seong, yang akan menjadi putra mahkota dan akhirnya menjadi raja.”

Mendengar penawaran itu, Tae Do tak pikir panjang lagi dan langsung menyetujui permintaan Ratu.


Raja sedang menjamu utusan dari china, dia berusaha mengajak utusan China itu untuk bersikap santai dengan menggunakan bahasa Joseon, namun sayang ajakan raja di mentahkan oleh utusan China itu yang mengatakan kalau dia bukan orang Joseon dalam bahasa China.

“Kekaisaran turut prihatin tentang fakta kalau di Joseon tidak ada Putra Mahkota.”

Raja menjawab kalau untuk memilih seorang Putra Mahkota diperlukan banyak pertimbangan.

“Tentu membutuhkan pertimbangan, namun perlu diingat bahwa pilihannya harus memenuhi harapan kekaisaran. “

Raja hampir terpancing emosi, diapun berusaha bersikap santai. Utusan China itu menambahkan kalau raja memiliki seorang pangeran pilihan maka katakanlah padanya karena kaisar China sangat menerima dengan baik pendapatnya.

Raja ingin mengubah topik pembicarakan dengan menanyakan bagaimana dengan teh yang diminum oleh Utusan China. Namun bukannya mengomentari tentang tehnya, Utusan China itu lebih tertarik pada cangkirnya.  Penasehat Yi yang terus memperhatikan mereka langsung menangkap kesimpulan kalau Utusan China sangat menyukai tembikar.


Setelah menjamu Utusan China, Raja mengajak jalan-jalan Ratu. Raja meraih tangan ratu dan berkata, “jangan khawatirkan apapun. Selama tidak ada ambisi, posisi Pangeran dalam keadaan nyaman. Tolong, ajarkan dia mengosongkan pikirannya. “


Di ruangannya Ratu marah besar.  “mengosongkan pikiran! Maksudnya P Shin Seong-ku tidak bisa bermimpi menjadi putra mahkota ! kali ini, aku harus memenangkan hati utusan Ming!”

Ratu bertanya pada Penasehat Yi tentang persiapan rencana mereka. Penasehat Yi berkata kalau Lee Kang Chun sepenuhnya mengabdikan diri untuk mereka.


Dengan kemampuanya, Kang Chul membuat satu keramik cantik dan artistic. Karya yang benar-benar membuat semua orang yang melihatnya berdecak kagum. Kang Chul pun menyimpan guci tersebut dengan sangat hati-hati di gudang penyimpanan tembikar.


Terdengar suara ratu yang berkata :

Utusan Ming menginginkan keramik artinya mereka punya mata yang bagus. Katakan pada Lee Kang Chun untuk mengambil kesempatan ini untuk memamerkan keterampilan keramik terbaik Joseon pada Utusan Ming.

Kang Chun pun menyanggupi permintaan Ratu, dalam hati dia berkata, “akhirnya aku bersama ratu In Bin bisa menarik perhatian. “


Penasehat Yi menemui kang Chun dan mengatakan kalau ratu sudah mengambil langkah berani, melakukan semua itu, jadi dia meminta Kang Chun untuk tidak melakukan kesalahan. Kang Chun merasa bangga mendapat kesempatan itu, kesempatan menunjukkan hasil karyanya pada utusan Ming.

Penasehat Yi menyuruh Kang Chun untuk menunjukkan beberapa keramik terleb ih dahulu, namun Kang Chun tak menghiraukan peritah Penasehat Yi, dia malah mengatakan kalau dia ingin bertemu dengan Ratu. Mendengar permintaan itu Penasehat Yi marah dan menganggap Kang Chun tak sopan. Namun Penasehat Yi tak  bisa berkata apa-apa lagi saat Kang Chun berkata kalau yang berhak menentukan itu permintaan sopan atau tidak adalah Ratu In Bin sendiri.


P  Imhae membuat ulah lagi, setelah tak berhasil meminta uang dari pengawal untuk menjamu Utusan Ming, P Imhae menemui P Gwang Hee di ruangannya. Pada P Gwang Hee, dia meminta satu keramik berharga di Bun Won. Tentu saja P Gwang Hee tak menyetujuinya dan langsung mengusir P Imhae keluar. Saat di dorong keluar P Imhae melihat kunci gudang, dia langsung mengambilnya tanpa sepengetahuan P Gwang Hee dan langsung menyembunyikannya.


Saat tengah berpikir sendirian, Jung Yi yang tengah berjalan-jalan, tanpa sengaja melihat P Imhae. Jung Yi masih mengira kalaui P Imhae adalah P Gwang  Hae. Melihat Jung Yi yang begitu polos dan mau membantunya, P imhae menggunakan kesempatan itu untuk mendapatkan keramik dari gudang keramik.


P  Imhae kemudian  menunjukkan kunci gudang keramik dan  menyuruh Jung Yi untuk mengambil salah satu keramik terbagus diantara yang terbaik di dalam gudang keramik. Dengan bodohnya, Jung yi bertanya, “Apakah ini sebuah test?”. P Imhae mengiyakan, kemudian tertawa seram.


Jung Yi menuruti perintah P  Imhae, dia memasuki gudang dengan kunci yang dia dapat. Jung Yi memperhatikan satu persatu guci yang ada di gudang tersebut. Sampai pada akhirnya, dia menemukan keramik yang baru saja dibuat oleh Kang Chul. Dengan senang Jung Yi mengambil keramik itu dan berniat memberikannya pada P Imhae.


Di luar Kang Chun sedang menuju gudang, betapa terkejut dan marahnya dia saat meihat Jung Yi keluar gudang dengan membawa guci.


Powered by Telkomsel BlackBerry®
















0 comments:

Post a Comment

silahkan tinggalkan jejak disini setelah membaca artikel diatas....
terima kasih untuk partisipasinya....

Template Created by Creating Website Published by Dramaku
Copyright © 2013. Dramaku.com - All Rights Reserved
Support : Dramaku | Dera-Ma | Your Link
Proudly powered by Siputro